Tiap malam aku bilang ke diri sendiri: malam ini harus tidur lebih awal.

Aku serius. Aku ingin kualitas tidurku membaik, dan jujur saja, aku kasihan sama tubuhku sendiri. Seharian dia bekerja, lalu malamnya masih kuajak begadang.

Aku bahkan sudah pasang pengingat di ponsel. Jam sebelas malam: letakkan ponsel.

Tiap malam pengingat itu bunyi. Tiap malam kuabaikan.

Lalu aku main game satu ronde lagi. Atau sibuk membuat sesuatu, seperti yang sedang kulakukan sekarang. Biasanya baru berhenti jam satu, kadang jam dua.

Kenapa? Karena aku suka malam.

Siang hari selalu ada yang bergerak: orang, mesin, jam. Malam tidak. Makin larut, makin sunyi, dan sunyi itu menenangkan. Seperti seseorang akhirnya menurunkan volume dunia.

Di jam itu tidak ada yang menunggu jawabanku. Tidak ada yang perlu kuburu. Aku bisa duduk dan mengerjakan hal kecil yang kusuka, tanpa ada yang bertanya kenapa.

Mungkin itu sebabnya pengingat jam sebelas selalu kalah. Sunyi itu terasa seperti satu-satunya hal hari ini yang benar-benar milikku.

Pengingat jam sebelas sudah lama lewat. Layarnya masih menyala.